Selasa, 24 Desember 2019

RINDU DARI BILIK HIJAU

Aku sedang menerjemahkan rasa asing dari kehilanganmu
Dari berbagai bahasa yang kukenal
Maknanya adalah bagaimana kabarmu
Aku juga sedang berjudi dengan teka-teki
Jawabannya adalah pertanyaan
Apa kau juga merasakan terjemahan bahasa tubuhku?

Bahasa tubuhmu adalah mimpi-mimpimu
Kau menyampaikannya padaku dengan berbagai gaya
Mengetik, memandang, mengabaikan, menghilang
Aku suka gayamu bicara tentang kedai kopi
Tentang mobil tua
Tentang jalanan yang sibuk
Tentang doa-doa yang terselip pada hembusan angin
Tentang ayat-ayat magis dari keajaiban favoritmu

Bahasa tubuhmu adalah keluh kesahmu
Kau menyampaikan padaku dengan senyum lucu
Bisa jadi kau tak tersenyum
Di pikiranku kau sedang berlarian dengan senyum
Dapat nilai emergency katamu
Tapi kau tak tampak sibuk
Masih santai dengan kedai kopimu

Bukan hanya kau yang berlarian di kepalaku
Surat-suratmu juga sedang mengusik keteguhanku
Ada kutipan yang kumasukkan daftar pustaka
Tenggelam di lautan atau terbang di ketinggian?
Kujawab terbang di ketinggian

Dari kutipan itu kau berlari mengikuti angin
Aku ingin mendengar banyak kisah petualanganmu
Kenyatannya kita berakhir pada tanda titik
Sebelum kau menyelesaikan kalimatmu

Rupanya kau lebih bahagia membagi halamanmu dengan yang bukan aku
Aku tentu saja marah dengan keadaan tak berhak marah
Dalam kemarahan, ada titik tenang untuk berdialog dengan Tuhan
Kesimpulannya tak pernah ada
Tuhan menjawab bukan dengan kalimat
Melepaskanmu adalah sebaik-baiknya jawaban dari segala pertanyaan

Apakah ini adil? Kau bahagia dan aku tidak?
Tentu saja, tiada seorangpun yang lebih adil dari Tuhan semesta alam
Mari kita percayai prinsip bahwa perpisahan bukanlah akhir
Perpisahan adalah sebuah awal
Awal untukmu memulai bahagiamu dengannya
Awal untukku belajar lebih kuat dari biasanya

Kamu yang sedang dan akan terus bahagia
Dalam ikhlas, aku merindukanmu

Malang, 9 Oktober 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERMISI PALING MENYAKITKAN

Dari air yang berjuang memeluk api Dari air yang langkahnya adalah kemajemukan Dari air yang berusaha membasahi kepalamu Aku tenang y...